Kamis, 14 April 2011

Arsitektur dan Simbol_Dilarang…???

Pengertian [Kamus Besar Bahasa Indonesia]

1. jarang:

2.me·la·rang v memerintahkan supaya tidak melakukan sesuatu; tidak memperbolehkan berbuat sesuatu
me·la·rang·kan v menjadikan terlarang

ter·la·rang v tidak diperbolehkan (diperkenankan)

la·rang·an n 1 perintah (aturan) yg melarang suatu perbuatan

2 sesuatu yg terlarang krn dipandang keramat atau suci

3 sesuatu yg terlarang krn kekecualian

pe·la·rang·an n 1 perihal melarang;

2 proses, cara, perbuatan melarang;

3 cak barang yg tidak diperbolehkan (diperkenankan)


Dilarang Merokok; diartikan sebagai suatu perintah agar tidak merokok di tempat tertentu… Dan kenyataannya…


Dilarang Parkir; diartikan sebagai suatu perintah agar tidak memarkirkan kendaraan di tempat tertentu… Dan kenyataannya…


Dilarang Membuang Sampah; diartikan sebagai suatu perintah agar tidak membuang sampah di tempat tertentu… Dan kenyataannya…


Apa yang salah…? Tanda (Simbol) atau Pembuat Peraturan atau Manusianya…?

Tanda atau simbol yang ada, fungsinya sebatas pajangan tanpa arti. Disana terdapat tanda dilarang, disana pulalah terjadi kegiatan yang dilarang. Tak mengenal jenis kendaraan ataupun kemeja dan kaos oblong, peraturan dibuat untuk dilanggar…


Walau tak jarang pula terdapat tanda yang mengandung sindiran, tetap saja melanggar. Atau memang perilaku manusia sudah tidak bias ditebak bagaikan seekor monyet dan anjing atau sebongkah tengkorak… Perlu direnungkankah…

untitled (1)

Langkahku tak pasti,
dan tak terhenti
Mencoba diam dan mengerti,
tentang semua yang terjadi,
tentang semua yang kualami
Karna selama ini...
Ku merasa hilang dan terasing
dalam hampa hidupku sendiri
Berlari...
Satu hal yang terlintas dalam angan
Menghilang tanpa meningkalkan satu banyangan
Karena ku tlah lelah,
patah, tanpa arah
Entah sampai kapan tak berselimut resah,
tak berteman gundah,
dengan pasti melangkah tanpa gelisah

Cerita Survey Klenteng...


Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi

Pintu Gerbang, tempat sembahyang Tuhan, Altar Dewa, Altar Buddha

Tiga tahun sekolah didekat situ, baru tau klo da klenteng. Pengalaman pertama masuk ke dalam klenteng ditemenin Hesti… Aroma hio langsung menyambut, seperti ucapan selamat datang. Naga, singa, burung hong, ikut pula menyambut.

Klenteng Jin De Yuan, Glodok

Pintu Gerbang, tempat sembahyang Tuhan, Altar Suci, Altar Dewa

Klenteng tua dikawasan pecinan petak Sembilan. Harus susah payang nyarinya, nyanya sana-sini akhirnya ketemu… Sama kaya klenteng sebelumnya, asap hio sebagai pertanda keberadaan klenteng. Bagian dalamnya terdapat jejeran lilin besar (gedean lilinnya dibanding w, hehehe). Suasana lingkungan klenteng yang hiruk-pikuk (keramaian pasar) tidak mengurangi ke-khusu-an dalam bersembahyang.

Klenteng Kong Miao, TMII

Pintu Gerbang, tempat sembahyang Tuhan, Altar Dewa, Altar Nabi Kong Zi

Klenteng ini berada di dalam kawasan wisata TMII yang dibangun untuk melengkapi tempat peribatan yang sudah ada sebelumnya. Klenteng ini dikhususkan bagi agama Kong Hu cu. Bagian terpenting adalah ruang kebaktianyang didalamnya terdapat altar nabi Kong Zi. Tidak seperti dua klenteng sebelumnya, tempat untuk sembahyang kepada Tuhan terpisah dan tidak banyak altar dewa/i.

Klenteng Tjo Soe Kong, Tanjung Kait

Pintu masuk, Altar Buddha, Altar Suci, Taman

Penuh kesabaran buat ke klenteng tertua di tangerang ini. Perjalan Bekasi-Tanjung Kait yang panjang menambah penasaran. Ga da yang istimewa banget dari klenteng ini selain sebagai klenteng tertua. Lebih banyak fasilitas buat pengunjung, area parkir yang luas (pengunjung bukan hanya dari tangerang) dan selasar juga taman sebagai tempat pengunjung beristirahat. Banyaknya pepohonan dan angin laut membuat klenteng ini nyaman banget.

Kesimpulan...

Klenteng itu berarsitekturkan cina, bagian yang paling menonjol adalah bentuk atap dan ornamen-ornamennya dan yang paling penting lagi warnanya merah.

Terdapat Altar untuk sembahyang kepada Tuhan, Altar Suci untuk sembahyang kepada Dewa yang paling dihormati atau lebih sering disebut Tuan Rumah, Altar Buddha, dan Altar Dewa/i lainnya.

Pencahayaan dalam ruangan menggunakan cahaya lilin dan lampion.

Asap Hio menyebar kesemua area klenteng. Walau asap hio dikatakan sebagai penghantar doa dan wanginya adalah wangi surga, tetep buat w bikin pusing..hehehe

Walau keadaan disekitarnya rame banget setelah masuk ke dalam klenteng suasana serasa tenang banget. Memang begitulah seharusnya tempat suci (tempat beribadah).

Potrait...(1)

lagi apa...?







Pentingkah Taman Kota...?


Pengertian Taman Kota

Taman adalah sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk mendapatkan kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan. (Laurie,1986:9)

Kota adalah tempat berlangsungnya proses hidup dan kehidupan atau sebagai tempat berlangsungnya aktifitas manusia (Setiyaningrum, Diyah,2002:4).

Taman Kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan dalam skala yang luas dan dapat mengantisipasi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh seluruh warga kota.

Fungsi Taman Kota

Berbagai fungsi taman yang dapat dirasakan manfaatnya adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Ekologis

Taman kota sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Dengan adanya penghijauan maka taman kota dapat berfungsi sebagai

§ Paru-paru kota yang menghasilkan banyak O2

§ Filter debu dan asap kendaraan bermotor, sehingga dapat meminimalisir polusi udara

§ Tempat penyimpanan air tanah, sehingga mencegah datangnya banjir dan erosi serta menjamin pasokan air tanah. Semoga ga da cerita lagi “musim ujan kebanjiran, musim kemarau kekeringan”.

§ Peredam kebisingan kota yang padat aktivitas

§ Pelestarian lingkungan ekosistem. “Kondisi yang langka mendengar cicit burung di lingkungan perkotaan”.

2. Fungsi Sosial

§ Sebagai tempat komunikasi sosial

§ Sebagai sarana olahraga, bermain, dan rekreasi

§ Sebagai landmark sebuah kota

§ Menambah nilai estetika sebuah lingkungan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi sebuah kota.

Pentingkah Taman Kota…?

Sebuah pertanyaan bodoh, karena dilihat dari fungsi dan manfaat yang ditimbulkan dari sebuah taman kota, taman kota seharusnya menjadi poin penting dalam perencanaan sebuah kota.

Karena selain berfungsi untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan yang padat aktivitas, taman kota dapat menumbuhkan rasa sosialis yang tinggi di dalam lingkungan perkotaan yang kini mengarah pada individualis. Menumbuhkan rasa toleransi, tidak hanya terhadap sesama manusia melaikan terhadap mahkluk hidup lainnya. Taman yang baik merupakan cerminan kota dengan manusia (masyarakat) yang baik. Manusia (masyarakat) merupakan aspek penting dalam sebuah kota, sehingga kualitas manusia (masyarakat) akan mempengaruhi kualitas sebuah kota.

Jadi keberadaan taman kota itu penting banget….

Taman Menteng Jakarta, Taman BSD, dan Tangan Bungkul Surabaya

Selasa, 12 April 2011

Pengertian Konservasi

Pengertian Konservasi Arsitektur

Konservasi itu sendiri berasal dari kata Consevation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Theodore Roosevelt (1902).

Sedangkan Konservasi Arsitektur menurut saya adalah suatu upaya pelestarian suatu bangunan atau suatu kawasan dimana merupakan dari sebuah karya arsitektur.

Minggu, 10 April 2011

Privasi

Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain (Dibyo Hartono, 1986).
Altman (1975) menjabarkan beberapa fungsi privasi,
Pertama, privasi adalah pengatur dan pengontrol interaksi interpersonal yang berarti sejauh mana hubungan dengan orang lain diinginkan, kapan waktunya menyendiri dan kapan waktunya bersama-sama dengan orang lain.privasi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Privasi rendah, yang terjadi bila hubungan dengan orang lain dikehendaki
2. Privasi tinggi, yang terjadi bila ingin menyendiri dan hubungan dengan orang lain dikurangi
Kedua, privasi adalah merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain, yang meliputi keintiman atau jarak dalam berhubungan dengan orang lain.
Ketiga, privasi adalah untuk memperjelas identitas diri
Dalam hubungannya dengan orang lain, manusia memiliki referensi tingkat privasi rendah dan privasi tinggi. Untuk mencapai hal itu, ia akan mengontroldanmengatur melalui suatu mekanisme perilaku, yang digambarkan oleh Altman sebagai berikut :
1. Prilaku Verbal
Perilaku ini dilakukan dengan cara mengatakan kepada orang lain secara verbal, sejauh mana orang lain boleh berhubungan dengannya. Misalnya “maaf, saya tidak punya waktu”.
2. Perilaku non Verbal
Perilaku ini dilakukan dengan cara menunjukan ekspresi wajah atau gerakan tubuh tertentu sebagai tanda sengan atau tidak sengan. Misalnya seseorang akan menjauh dan membentuk jarak dengan orang lain, emmbuang muka ataupun terus-menerus melihat waktu yang menendakan bahwa dia tidak ingin berinteraksi dengan oaring lain. Sebaliknya dengan mendekati dan menghadapkan muka, tertawa, menganggukan kepala memberikan indikasi bahwa dirinya siap untuk berkomunikasi dengan orang lain.
3. Perilaku Kultural
Budaya mempunyai bermacam-macam adat istiadat, aturan atau norma, yang menggambarkan keterbukaan atau ketertutupan kepada orng lain dan hal ini sudah diketahui oleh banyak orang pada budaya tertentu (Altman, 1975; Altman & Chemers dalam Dibyo Hartono, 1986)
4. Ruang Personal
Menurut Sommer (dalm Altman, 1975) ruang personal adalah daerah disekeliling seseorang denagn batas-batas yang tidak jelas diman seseorang tidak boleh memasukinya. Goffman (dalam Altman, 1975) menggambarkan ruang personal sebagai jarak/daerah disekitar individu dimana jika dimasuki orang lain, menyebabkan ia merasa batasnya dilanggar, merasa tidak senang, dan kadang-kadang menarik diri.
5. Teritorialitas
Pembentukan kawasan territorial adalah mekanisme perilaku lain untuk mencapai privasi tertentu. Kalau mekanisme ruang personal tidak memperlihatkan dengan jelas kawasan yang menjadi pembatas antar dirinya dengan orang lain maka pada teritorialitas batas-batas tersebut nyata dengan tempat yang relative tetap.
Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab6-privasi.pdf