Rabu, 05 Januari 2011

Kritik Arsitektur_kritik doktrinal


Linda Ayu Alamanda_20307027

Kritik Doktrinal_Kubah sebagai Identitas Masjid

Metoda Doktrin (satu norma yang bersifat general, pernyataan prinsip yang tak terukur)

Kubah adalah 1 lengkung (atap); 2 atap yg melengkung merupakan setengah bulatan (kupel): -- masjid;

Kubah, Sumber : google.com

Kubah bukan merupakan simbol keagamaan, namun sudah membudaya sehingga kubah dijadikan sebagai identitas bangunan masjid sama halnya dengan lambang bulan dan bintang pada masjid.

Masjid Agung Semarang, Masjid Baiturahman (kiri) dan Masjid Istiqlal (kanan). Sumber : google.com

Studi Kasus : Kubah yang digunakan pada Gereja

Gereja Blenduk, Sumber : google.com

Gereja GPIB Immanuel merupakan gereja kristen tertua di Jawa Tengah. Gereja yang lebih sering disebut Gereja Blenduk ini dikenal karena keistimewaan kubahnya yang mirip dengan kubah masjid. Dapat dikatakan bahwa kubah gereja ini merupakan vocal point dan menjadi keunikan tersendiri pada bangunan gereja.

Kesimpulan :

Kubah bukan merupakan simbol keagaman (agama Islam), namun karena telah membudaya sejak lama dalam penggunaannya sebagai atap pada masjid sehingga menjadikan kubah identik dengan bangunan masjid. Seperti bangunan Gereja Blenduk karena desainnya (kubah) berbeda dengan gereja lainnya dan mirip dengan masjid sehingga bangunan gereja tersebut dikatan unik dan istimewa.

Bentuk Kubah sekarang ini dijadikan identitas masjid, apabila masjid tanpa kubah menjadikan bangunan tersebut terlihat janggal. Kini tidak hanya dalam penggunaan atap namun kubah juga digunakan sebagai ornamen – ornamen (bentuk jendela, pintu, pagar, dll.) pada masjid.

Pilar Masjid Sumber : google.com

Pintu Masjid Sumber : google.com

Jendela Masjid, Sumber : google.com

Sumber :

www.artikata.com

id.wikipedia.org

id.answers.yahoo.com





Kamis, 09 Desember 2010

ANALISIS BANGUNAN YANG ADA DI DEPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE KRITIK TIPIKAL


ANALISIS BANGUNAN YANG ADA DI DEPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE KRITIK TIPIKAL

Objek bangunan yang dianalisis :


ZOE merupakan sebuah café yang tujuan market utamanya adakah pelajar dan mahasiswa,terlihat dari singkatan namay ZOE (Zone Of Edutaiment). low Spot yang beralamat di Jln. Margonda Raya No. 27, Depok ini terbilang cukup unik, Glowers! ZOE Library – Shop – Café adalah one stop edutainment yang memiliki fasilitas library dengan koleksi ratusan buku Komik, Novel, dan Popscience.


THE HARVEST merupakan sebuah café yang menytujuan market utamanya adakah pelajar dan mahasiswa,terlihat dari singkatan naedia macam kue tart yang beralamat di Jln. Margonda Raya No. 295, Depok ini terbilang cukup menarik dengan berbagai menu yang disedikan dan nuansa kenyamanan dari bangunan itu sendiri.

Segi Struktur Bangunan :


Bangunan ZOE didesain secara grid yang terlihat dari pola kolom yang teratur dan hanya memiliki 1 lantai. Antar ruang yang ada di hubungkan denagan open space berupa taman. Material yang di gunakan untuk mendesain bangunan ini hanya baja ringan sebagai kolom. Serta penggunaan material kaca dinding dan allucubount sebagai kanopi.



Bangunan The Harvest di desain secara grid yang terlihat dari pola kolom yang berbentuk tabung teratur dan hanya memiliki 3 lantai. Material yang di gunakan untuk mendesain bangunan ini hanya baja ringan sebagai kolom. Serta penggunaan material kaca dinding dan pollycarbonat sebagai kanopi serta beberapa elemen natural seperti bambu,guci, kolam sebagai penghias ruang.

Segi Fungsi Bangunan :

Bangunan ZOE berfungsi sebagai kafe / restoran yang tujuan marketnya adalah pelajar dan mahasiswa dengan fungsi ruang tambahan yaitu perpustakaan, sehingga ZOE di kenal sebagai “Library Shop & café”.

Bangunan The Harvast berfungsi sebagai bangunan komersial kafe dengan ruang display makanan yang cukup luas dan ruang untuk bersantai sambil menikmati menu yang ada terdiri dari indoor dan outdoor.

Segi Bentuk Bangunan :

Bentuk bangunan ZOE adalah kotak dengan coakan dan penambahan bentuk kotak (gempal tunggal) dengan ornament kolom persegi berwarna merah. Serta bentuk atap yang datar sehingga bangunan ZOE memiliki gaya arsitektur modern minimalis. Namun masih memunculkan kesan tropis dari open space yang di buat.

Bentuk bangunan The Harvest sama hamper sama dengan ZOE yaitu kotak dengan coakan dan penambahan bentuk kotak (gempal tunggal) dengan ornament kolom tabung berwarna metallic. Serta memiliki atap datar sehingga bangunan The Harvest memiliki gaya arsitektur modern minimalis. Namun masih memunculkan kesan tropis dari elemen natural yang di pakai sebagai desain ruang.

KESIMPULAN :

Dari hasil analisis dengan metode Tipikal didapat hasil bahwa ZOE dan The Harvest merupakan bangunan komersial yang berfungsi sebagai kafe dengan beberapa kesamaan seperti gaya arsitektur modern minimalis dan beberapa pemakaian material yang sama. Sehingga bangunan ZOE sudah cukup memenuhi kriteria untuk menjadi bangunan publik berdasarkan cukup banyaknya hasil yang sama dari parameter yang dijadikan standar.